Liburan 1 Hari di Ubud Bali

1 Hari di Ubud, Bali? 6 Tempat Wisata Wajib Di Kunjungi

Ubud, Bali, Indonesia memang terkenal dengan tempat wisatanya terutama dalam hal alam dan budayanya. Tak jarang banyak wisatawan yang datang ke Bali hanya untuk melepas penat dari aktivitas sehari-harinya.

Baik musim liburan atau akhir pekan, Ubud, Bali memang menjadi tujuan utama.

Walaupun hanya sekedar berlibur 1-3 hari, tapi untuk berwisata di Ubud, Bali 1 hari pun sudah cukup mengunjungi 6 destinasi wisata ini.

Pura Tirta Empul

Tempat wisata pura terbaik di Ubud, Bali
Tempat wisata pura terbaik di Ubud, Bali

Terletak di Kabupaten Gianyar, Bali. Pura Tirta Empul merupakan pura Hindu yang merupakan warisan dari sejarah yang terkenal dengan air suci (berasal dari sungai Pakerisan) yang biasa digunakan masyarakat Bali untuk mencari penyucian.

Pura Tirta Empul memiliki 3 bagian pura didalamnya yaitu Jaba Pura (halaman depan), Jaba Tengah (halaman tengah) dan Jeroan (halaman dalam).

Tempat ini juga sudah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2012.

Pura Tirta Empul lebih dikenal oleh wisatawan sebagai tempat pemandian untuk menyucikan badan bagi umat Hindu Bali dengan ritual doa khusus. Tetapi bagi wisatawan yang berkunjung kesini dapat mencoba ritual tersebut dengan syarat wajib mengenakan kain kamen atau sarung yang sudah disediakan pengelola secara gratis. Ritual mandi suci ini dilakukan di pancuran yang jumlahnya 13 buah, tetapi tidak semua pancuran boleh digunakan. Air kolam yang jernih bersumber dari mata air besar yang mengelilingi pura. Segarnya air semakin membuat badan menggigil karena udara di wilayah ini juga cukup dingin. Jika kamu ingin berendam, kamu harus menyewa kain khusus untuk dipakai berendam dengan harga sewa Rp. 10.000, tersedia juga loker penyimpanan barang. Tiket masuk seharga Rp. 30.000 untuk dewasa dan Rp. 25.000 untuk anak.

Review dari seorang Local Guide – Nurdin Ayman

Pura Gunung Kawi

Candi Peninggalan Sejarah
Pura Gunung Kawi

Tempat kedua yang bisa dikunjungi setelah dari Pura Tirta Empul yaitu Pura Gunung Kawi.

Perjalanan sekitar 15 Menit dengan jarak 1.2 KM dari Pura Tirta Empul dengan berjalan kaki.

Pura ini terletak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali yang merupakan situs sejarah dari kerajaan Hindu di Bali.

Pura ini sangat dijaga dan dirawat oleh masyarakat Bali.

Keunikan dari pura ini yaitu berada dipatahan tebing seperti dipahat berbeda dengan pura/candi lainnya yang biasanya disusun dari batuan.

Tempat ini sangat menarik untuk berwisata, memiliki 315 anak tangga dan langsung berhadapan dengan ribunan pohon terasa suasana magis dari tempat ini.

Pilihan wisata di sebelah Utara Bali.. Pura Gunung Kawi bersebelahan dengan Wisata Tirta Empul, sehingga pengunjung bisa dapat langsung mengunjungi keduanya .

Tiket masuk untuk warga lokal hanya 30k, tidak terlalu mahal untuk eksotika keindahan alam yang ada.
Masuk ke kawasan wisata hal yang pertama kali ditemukan adalah warga lokal yang menjajakan kerajinan tangan.

Harga kain berkisar antara 50k – 300k (kebetulan saya beli satu seharga 100k 😂)

Ada beberapa anak tangga yang benar2 membuat lelah. Tapi, keindahan alam persawahan dan gugusan batu di sampingnya akan mengurangi rasa lelah itu.

Ukiran Candi Gunung Kawi sendiri ada 10 buah.. dibagi2 menjadi 5 candi, dan 4 candi. Ada 1 candi yang terletak agak jauh dari spot utama.

Wisata Budaya ini, memang tidak seperti museum. Namun, ada beberapa barang yang dipasang hasil dari donasi dari warga sekitar untuk menambah pengetahuan pengunjung. Keren bukan?

Kemegahan candi di dinding membuat siapa pun takjub!

Tinggi nya sekitar 2-3 meter (bisa dilihat difoto ya)

.. ada beberapa sumber air yang masih terlihat segar, namun pengunjung dilarang untuk meminumnya.

Kebetulan, saya tidak puas dengan spot utama. Ada beberapa gadis kecil yang sedang berjalan menyusuri persawahan menuju spot candi ke-10. Ternyata, ada satu pintu yang sebelum masuk ke dalam, kita diharuskan untuk melepaskan alas kaki.

Menyusuri jalan setapak dan kami menemukan air terjun.

Tidak hanya itu, kami juga sempat mengajak berfoto bersama para gadis Bali setelah sembahyang di bawah candi ke-10. Tampaknya, mereka sedang mengambil air nya.

Kalian harus pergi ke sana! Dan jangan lupa untuk sekadar membeli beberapa cindera mata untuk membantu ibu-ibu warga desa sana 😊.

– Review dari seorang Local Guide – Citra Nilam

Goa Gajah

Goa buatan yang terletak di Ubud, Bali
Goa Gajah

13 KM dari Pura Gunung Kawi, kita akan menjumpai Goa Gajah.

Goa Gajah merupakan goa buatan yang dibuat untuk tujuan tempat ibadah.

Goa ini juga sudah dimasukan kedalam daftar warisan dunia oleh UNESCO.

Didalam goa ini terdiri dari 2 komplek yaitu, bagian utara adalah warisan ajaran Siwa yang terdapat Trilingga dan patung Ganesha di dalam goa, merupakan tempat umat Hindu melakukan persembahyangan.

Lalu bagian selatan adalah area Tukad Pangkung, berupa stupa Buddha dalam sikap Dhyani Buddha Amitabha bersusun 13 stupa dan stupa bercabang 3 yang dipahat dibatu besar.

Tempat wisata yang satu ini sudah ada sejak dulu, tempatnya asri banyak pohon pohon besar yang menghiasi, kalau mau ke guanya kita harus turun tangga kebawah. Yang bikin menarik adalah ukiran di mulut gua konon katanya batu itu diukir oleh patih gajah mada. Selain itu ada semacam sendang pemandian raja raja jaman dahulu.

Rekomendasi banget buat yang berlibur ke bali untuk mengunjungi tempat ini. Karena ini situs budaya warisan leluhur.

– Review dari seorang Local Guide – Wawan Isrodi

Mandala Suci Wenara Wana

Hutan Monyet, Cagar alam di Ubud
Mandala Suci Wenara Wana

Berjarak 3,7 KM dari Goa Gajah, kita bisa menjumpai Mandala Suci Wenera Wana.

Mandala Suci Wenera Wana dikenal juga dengan Hutan Monyet adalah cagar alam dan kompleks candi yang terletak di desa Padangtegal Ubud, Bali.
Lebih dari 749 ekor monyet ekor Panjang yang sudah terbiasa dengan hadirnya pengunjung atau wisatawan.

Selain itu, terdapat juga pura Pura Dalem Agung Padangtegal, Pura Beji dan Pura Prajapati yang memiliki eksotisme tersendiri.

Mesmerize…, luar biasa seru juga mengajak anak anak mengunjungi tempat ini.. bisa mengenalkan anak anak pada alam dan satwa.

Kita seperti sedang menjelajah hutan tropis lengkap dengan monyet monyet sebagai penghuninya.. disini kenyamanan dan keamanan tetap terjaga., sepanjang penjelajahan banyak petugas yang siap membantu, jalan tertata rapi dan cantik tanpa menghilangkan nuansa alam asli.

Disini banyak spot foto, ada juga tempat tempat duduk untuk menikmati suasana alam yang sejuk, dibagian bawah ada semacam kolam permohonan.. kita dapat menyampaikan permohonan dan melemparkan uang koin ke tengah kolam dengan cara membelakangi kolam.. cukup unik, dan yang terpenting disini kita belajar menghargai setiap mahluk hidup baik tumbuhan maupun hewan yang kita jumpai, jangan merusak alam dan mengganggu binatang.

Selamat bertualang di Mandala Wisata Wenara Wana..,

– Review dari seorang Local Guide – Sarasvati Rahayuni

Ubud Palace

Tempat tinggal keluarga kerajaan ubud
Ubud Palace

Setelah dari Hutan Monyet, 1,4 KM kita akan sampai ke Ubud Palace ( Istana Ubud )

Istana Ubud merupakan tempat tinggal resmi keluarga kerajaan Ubud yang terletak di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Indonesia.
Biasanya ditempat ini banyak diadakan acara adat Bali, baik dari tarian Barong dan legong.

Disini juga menjadi spot untuk mengabadikan moment ketika berlibur di Bali.

Disini menyaksikan pertunjukan tari barong. Ada beberapa tariam yanh ditampilkan jadi penontom tidak akan merasa bosan. Tempat pertunjukan berada pas didepan pintu gerbang pura, sekaligus menjadikan pintu gerbang pura sebagai background pertunjukan. Pertunjukan berlangsung kurang lebih 1,5 jam.

– Review dari seorang Local Guide – Annisa Oktavina Zenniar

Museum Puri Lukisan

Museum lukisan tradisional Bali modern dan ukiran kayu
Museum Puri Lukisan

4 Menit dari Ubud Palace kita akan berjumpa dengan Museum Puri Lukisan.

Museum Puri Lukisan adalah museum seni tertua di Bali yang berspesialisasi dalam lukisan tradisional Bali modern dan ukiran kayu. Museum ini berlokasi di Ubud, Bali, Indonesia.

Ini adalah rumah bagi koleksi terbaik lukisan tradisional Bali modern dan ukiran kayu di pulau itu, mulai dari perang sebelum kemerdekaan (1930-1945) hingga era pasca-kemerdekaan (1945 – sekarang). Koleksinya meliputi contoh-contoh penting dari semua gaya artistik di Bali termasuk sekolah Sanur, Batuan, Ubud, Seniman Muda dan Keliki.

Ternyata ada restaurantnya juga…yang mau ke museum bisa ambil paket tiket masuk museum dengan makan siang atau tea time. Tempat beli tiket ada disisi timur, atau seblah kanan baru masuk.

Tempat yg rekomendasi, bisa jalan kaki ke puri ubud jadi akses ke pasar seni ubud sekitar 2 menit jalan kaki, temen2 yg lagi liburan didaerah ubud terutama daerah puri ubud / pasar seni dan sekitarnya, museum puri lukisan bisa dijadikan alternatif utk mengenal lebih detail beberapa maestro lukis bali seperti Gusti Nyoman Lempad yang melegenda.

Dimuseum ini ada empat bangunan, yang disisi timur namanya east building, koleksinya adalah lukisan khas gaya kamasan klungkung, trus ada bangunan sisi utara yg bnyk koleksinya Gusti Nyoman Lempad dan yang lainnya. Kemudian ada gedung bangunan sisi barat atau yang diberi nama west building, dan ada bangunan lagi disisi selatan yang kebetulan waktu kunjungan kali ini…gedung tersebut lagi dipakai pameran hasil karya Gung KK, pelukis maestro yang low profile.

Landscape di sekelilingnya jga hijau bangett…ada space buat aktivitas untuk teambuilding. The point, salah satu tempat yang rekomendasi selama liburan di Ubud.

– Review dari seorang Local Guide – SEMAT gusti

Ternyata di Ubud, Bali banyak sekali tempat wisata yang bisa kita kunjungi, yang dimana memiliki nilai estetika, budaya dan sejarah yang sangat tinggi.

Sekian informasi dari Lienetic Holiday untuk referensi liburan di Ubud, Bali.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *