Pura Goa Gajah Bali, Objek Wisata Sejarah di Bali

Goa Gajah Bali : Tempat Wisata Sejarah, Pura Tertua di Bali

Pura Goa Gajah Bali, Objek wisata sejarah ini setiap hari ramai dikunjungi oleh wisatawan setiap harinya.

Dengan jam buka setiap hari dari pukul 08:00 – 16:00, tidak heran banyak wisatawan memasukan objek wisata sejarah ini kedalam whislist perjalanan wisata mereka.

Yang membuat kita bertanya-tanya.

Sebenarnya apa sih goa gajah itu ? seberapa menariknya sih tempat wisata ini ?

Sejarah Goa Gajah

Goa Gajah atau yang dikenal oleh masyarakat bali sebagai Pura Goa Gajah memiliki nilai historis yang sangat menarik mulai dari penemuannya hingga penanaanya.

Diawali pada tahun 1923 oleh seorang petinggi Hindia Belanda yang melaporkan adanya keberadaan arca Ganesha, Trilingga serta Hariti.

Kemudian pemerintah Hinda Belanda mendatangkan Dr. WF. Stuterhiem untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Penelitian pun dilakukan pada tahun 1925 di Bali.

Karena Belanja menyerah tanpa syarat kepada sekutu akhirnya penelitian itupun dihentikan.

Baru pada saat masa kemerdekaan Indonesia tahun 1950, Penelitian dan pencarian tentang keberadaan arca Ganesha dilakukan kembali oleh J.L Krijgman bersama dengan staf lainnya dari Dinas Purbakala RI.

Penelitian itu berlangsung hingga tahun 1979 dengan hasil temuan enam patung berbentuk perempuan serta sebuah petirtaan kuno.

Setelah hasil penemuan itu, kemudian diketahuilah historis tempat itu yang ternyata adalah sebuah pura suci tempat ibadah umat Hindu – Buddha pada masa pemerintahan Dinasti Warmadewa. Menurut informasi sejarah, Dinasti Warmadewa berkuasa di Pulau Bali pada abad ke-10 hingga abad ke-11.

Nama Goa Gajah dipercaya berasal dari kata “ Lwa Gajah ”. Yang tertulis pada kitab Negarakertagama pada tahun 1365 M oleh Mpu Prapanca. Lwa Gajah memiliki arti dalam bahasa indonesia yang dimana kata Lwa berarti sungai dan Gajah yang berarti wihara. Sehingga kata Lwa Gajah dapat diartikan sebagai tempat suci pertapaan para Bhiksu yang berada di tepi sungai.

Selain dari kitab Negarakertagama, Pura Goa Gajah disebutkan juga di Prasasti Songan Tambahan dan Prasasti Cempaga menamai pura ini dengan sebutan Er Gajah. Selanjutnya, Prasasti Pandak Badung menyebut tempat ini dengan nama Antarakunjarapadda.

Daya Tarik Wisata

Area komplek tempat wisata Goa Gajah Bali ini dikelilingi oleh pepohonan yang rindang dan masih terjaga keasriannya. Tidak heran banyak wisatawan khususnya pecinta lingkungan yang ke tempat ini.

Wisatawan bisa melihat keseluruhan komplek tempat wisata melalui tangga. Ketika pengunjung menuruni tangga hingga sampai ke area bawah, pengunjung akan mendengar suara air yang mengalir dari pancuran arca yang diterdapat didalam Goa Gajah.

Arca Pancuran Air yang terdapat didalam Pura Goa Gajah
Pinterest – Arca Pancuran Air

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa menemukan bebatuan bekas bangunan yang telah hancur akibat gempa bumi yang terdapat disekitar pancuran.

Goa Gajah terbagi menjadi 2 kompleks yang terdiri atas 2 bagian utama, yaitu kompleks bagian utara dan bagian selatan. Bagian utara sendiri merupakan warisan ajaran Siwa, dengan bukti adanya Trilingga dan patung Ganesha di dalam goa. Sedangkan bagian selatan yakni area Tukad Pangkung terdapat reruntuhan stupa Buddha berbentuk payung bersusun 13 dan stupa bercabang 3 yang dipahat di batu besar.

Lokasi Pura Goa Gajah

Objek wisata ini berlokasi di sebelah barat Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, tepatnya berada di tepi jurang dan merupakan pertemuan dari sungai kecil di desa tersebut.

Lokasi goa gajah sangat mudah untuk di akses oleh wisatawan dan juga dekat dengan beberapa penginapan dan resort seperti Resort Karma Mayura yang hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 10 menit.

Sebagai referensi, kami buatkan rute terbaik menuju objek wisata ini.

Rute Terbaik

Lokasi Penginapan Jarak Tempuh Waktu Tempuh
Kecamatan Blahbatuh 11 – 13 Km 24 – 27 Menit
Kecamatan Gianyar 9 – 11 Km 21 – 25 Menit
Kecamatan Payangan 27 – 33 Km 58 Menit – 1 Jam 3 Menit
Kecamatan Sukawati 11 – 14 Km 25 – 27 Menit
Kecamatan Tampaksiring 13 – 14 Km 23 – 28 Menit
Kecamatan Tegallalang 11 Km 22 Menit

Harga Tiket Masuk Goa Gajah

Jam buka dari pukul 08:00 – 16:00, dan objek wisata buka setiap hari

Untuk harga tiket masuk goa gajah termasuk murah, dengan harga tiket sebesar Rp. 30.000 kita sudah bisa memasuki tempat wisata ini.

Oh iya, kita tidak hanya membayar tiket masuk saja. Jika wisatawan membawa kendaraan pribadi maka akan dikenalakan tarif parkir, untuk lengkapnya bisa dilihat ditabel dibawah ini.

Kategori Harga Tiket
Tiket Masuk Rp 30.000 / orang
Parkir Mobil Rp 5.000 / mobil
Parkir Motor Rp 2.000 / motor

Tempat Wisata Dekat Goa Gajah

Selain pengunjung bisa menikmati objek wisata goa gajah bali ini, pengunjung juga bisa mempir ke tempat wisata dekat goa gajah yang telah tim Lienetic Holiday rangkum di bawah ini.

Pura Kebo Edan

Foto Pura Kebo Edan
Foto Pura Kebo Edan

Jarak : 1,3 KM

Pura Kebo Edan Gianyar adalah tempat suci untuk umat Hindu beribadah yang diperkirakan dibangun pada sekitar tahun 1284 atau abad ke-13 Masehi.

Pendirian pura ini ada keterkaitan dengan masa kejayaan Kerajaan Kediri di tanah Jawa. Ketika itu Prabu Kertanegara yang bertahta menganut ajaran agama Hindu Tantrayana.

Museum Gedong Arca

Tempat Wisata Sejarah, Museum Gedong Arca Bali
Museum Gedong Arca Bali

Jarak : 1 KM

Museum ini diresmi berdiri pada tanggal 14 September 1974.

Gedung Arca atau Museum Gedong Arca adalah museum yang digagaskan oleh Profesor Soejono dan Soekarto Atmojo yang bertujuan untuk memperkenalkan benda cagar budaya yang sudah berhasil dikumpulkan sejak berdirinya Jawatan Purbakala pada tahun 1950.

Didalam museum dibagi menjadi tiga halaman yang disesuaikan dengan pembagian halaman pura di Bali yaitu halaman luar, halaman tengah dan halaman dalam.

Candi Tebing Tegallingah

Candi Tebing Tegallinggah Bali
Candi Tebing Tegallinggah

Jarak : 3,8 KM

Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh adalah candi yang ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari Belanda bernama Krijsman. Candi ini diperkirakan merupakan bangunan peninggalan dari abad ke-12 Masehi.

Candi ini memiliki keunikan tersendiri, yang dimana dipahat di dinding tebing dengan ukiran khas.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *