Puri Saren Agung Lienetic Holiday

Puri Ubud – Puri Saren Agung, Daya Tarik Wisata dan Sejarahnya

Puri Ubud atau Puri Saren Agung sudah bisa kita ketahui dari namanya saja pasti puri ini terletak di Ubud Bali.

Menjadi salah satu destinasi tujuan dari turis lokal ataupun mancanegara setelah Monkey Forest Ubud, membuat Puri Ubud ini tidak pernah sepi dan selalu didatangi pengunjung.

Oh iya, untuk bisa masuk kedalam puri ubud pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk alias Gratiss…

Sebelum kita lebih jauh membahas tentang Puri Saren Agung ini, saya akan memberikan informasi untuk tempat wisata di ubud yang cocok untuk dijadikan referensi untuk liburan kamu. Bisa diakses dengan melalui tautan di bawah ini :

Sejarah Puri Ubud

Setelah keruntuhan kerajaan Majapahit di abad ke-15, terjadilah perpindahan besar-besaran Bangsawan dari Jawa menuju pulau Bali. Bangsawan dari Jawa mendirikan kerajaan yang terletak di bagian tenggara pulau Bali yang tepatnya di Kabupaten Klungkung yang dikenal sebagai kerajaan Gelgel.

Kemudian pada abad ke-17, banyak berdiri kerjaan baru di Pulau Bali, yang salah satunya adalah kerjaan Ubud. Disinilah asal usul nama Puri muncul, Puri merupakan sebutan untuk rumah para bangsawan di Ubud. Di masa ini juga banyak terjadi peperangan antara kerajaan di Bali untuk memperbesar wilayah kekuasaan kerajaan dan memperkuat kerajaan.

Mulai dari sini juga permulaan dari dikenalnya desa Sukawati menjadi pusat seni di Bali. Dahulu ada pangeran dari Kerajaan Gelgel Klungkung dikirim ke Desa Sukawati untuk membangun sebuah istana kerajaan. Karena akan ditunjukan untuk kekuasaan wilayah di Gianyar, banyak seniman Bali diberbagai daerah juga dikirim ke Desa sukawati untuk membantu pembangunan istana kerajaan agar menjadi istana yang memiliki keindahan arsitektur.

Setelah pembangunan istana di Desa Sukawati selesai, seniman yang membantu membangun istana itu tidak kembali ke daerah asal mereka. Mereka memilih menetap di Desa Sukawati, dan karena inilah wilayah Sukawati dikenal sebagai pusat seni di Bali. Salah satu bukti bahwa wilayah Sukawati adalah pusat seni adalah adanya pasar seni Sukawati yang terletak di Jalan Raya Sukawati, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Kemudian pada Abad ke-17, Ubud menjadi wilayah yang sering terjadi konflik. Konflik itu terjadi karena pertikaian antara dua orang sepupu di kerajaan yang berbeda. Salah seorang menguasai wilayah Padang Tegal Ubud dan satunya lagi menguasai wilayah Taman Ubud. Karena peperangan ini, Raja Kerajaan Sukawati mengutus dua orang saudaranya untuk mengamankan wilayah Ubud agar tidak rusak akibat peperangan.

Kedua orang itu adalah Tjokorde Ngurah Tabanan dan Tjokorde Tangkeban. Tjokorde Ngurah Tabanan ditugaskan untuk mengamankan Peliatan Ubud sedangkan Tjokorde Tangkeban ditugaskan untuk mengamankan wilayah Sambahan Ubud. Kedua saudara dari Raja Sukawati kemudian membangun istana di daerah tempat mereka ditugaskan untuk pengamanan.

Di Abad ke-19, Kolonial Belanda mulai memasuki Pulau Bali. Beberapa kerajaan saat itu tidak senang akan kehadiran Belanda di daerah mereka. Salah satu kerajaan yang tidak senang akan kehadiran Belanda adalah kerajaan Mengwi. Karena Belanda tidak disukai oleh Kerajaan Mengwi, mereka melakukan provokasi kepada musuh lama Kerajaan Mengwi untuk beraliansi menyerang Kerajaan Mengwi. Kerajaan Mengwi pun diserang oleh mereka, yang akhirnya Kerajaan Mengwi kalah telak. Setelah Kerajaan Mengwi runtuh, wilayah Kerajaan Mengwi dibagikan untuk kerajaan penyerang dan aliansi Belanda.

Kemudian pada Abad ke-19, Belanda mulai ikut campur dalam urusan politik di Bali. Perang besar pun terjadi karena Belanda menyerang Kerajaan Badung, Kerajaan Buleleng dan Kerajaan Klungkung. Perang besar itu dikenal oleh masyarakat Bali sebagai Perang Puputan. Kemudian pada abad ke-20 tepatnya tahun 1981, Ubud ditetapkan sebagai kecamatan di kabupaten Gianyar yang mencakup Desa Peliatan, Mas, Kedewatan dan Tegallalang.

Ubud Sebagai Tempat Seniman Lukis

Foto Tokoh Tjokorde Gde Agung Sukawati
Tokoh : Tjokorde Gde Agung Sukawati

Tahun 1930an, banyak turis asing yang datang ke Bali, khususnya wilayah Ubud yang menjadi destinasi utama turis asing tersebut. Hal ini dikarenakan peran Tjokorde Gde Agung Sukawati (Saudara Tjokorde Gde Raka Sukawati) yang memerintah kawasan Ubud. Tjokorde Gde Agung Sukawati membangun Guest House untuk tempat wisatawan di Ubud, sehingga wisatawan yang berkunjung di Ubud akan merasa nyaman. Hal ini juga tidak lepas dari peran penting Raja Sukawati yang mengembangkan Ubud sebagai tempat wisata. Salah satu peran beliau adalah mengundang pelukis Walter Spiers untuk melukis dan tinggal di Ubud.

Semenjak Walter Spiers tinggal di Ubud, seniman lukis asing lainnya juga mengikuti langkah Walter Spiers untuk berkarya dan tinggal di Ubud. Sehingga Ubud sudah dikenal oleh masyarakat dunia karena dari seniman lukis asing yang menetap di Ubud. Karya mereka yang menggambarkan Ubud dan Bali saat melakukan pameran lukisan membuat masyarakat dunia mengenal Ubud sebagai tempat seniman lukis.

Lokasi Puri Ubud

Bertempat di lokasi yang strategis membuat Puri Ubud tidak pernah sepi dari wisatawan. Lokasinya berada di jalan raya utama disebrang Pasar Seni Ubud.

Puri Saren Agung berada di lokasi yang sangat strategis membuat tidaknya pernah sepi dari wisatawan. Lokasinya berada di jalan raya utama disebrang Pasar Seni Ubud, yang merupakan pusat seni sekaligus lokasi parkiran utama di Ubud.

Alamat Puri Saren Agung :
Jl. Raya Ubud No.8, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571

Untuk lokasi Puri Ubud lebih jelasnya bisa dilihat pada peta dibawah ini.

Untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Puri Ubud disarankan untuk menyewa mobil dengan supir agar mudah menjelajah dan sampai ke Puri Ubud. Karena jika kita menggunakan kendara pribadi atau umum, cukup sulit untuk mencari tempat parkir, walaupun tempat parkir utama yang cukup besar berada di Pasar Seni Ubud. Percaya deh, kamu pasti mendapat tempat parkir yang berlokasi cukup jauh itupun jika belum penuh.

Rute Terbaik menuju Puri Ubud

Kita sudah mengetahui lokasi dari Puri Saren Agung, tapi tidak komplit rasanya jika kita tidak mengetahui rute perjalanan menuju Puri Saren Agung ini.

Jika kamu menginap di Karma Mayura, kamu termasuk orang yang beruntung. Karena lokasi Karma Mayura sangat strategis dan berdekatan dengan berbagai tempat wisata di Ubud.

Dari Karma Mayura, kamu hanya perlu menempuh jarak sekitar 17-18 Km dengan kisaran waktu tempuh 17-18 menit jika menggunakan mobil. Akan lebih efektif lagi jika kamu berangkat menggunakan mobil sewa / rental mobil agar tidak perlu repot mencari tempat parkir.

Untuk Kamu juga yang sebelumnya sudah merencanakan untuk mengunjungi Monkey Forest Ubud, kamu hanya perlu menempuh jarak sekitar 1,4 Km untuk bisa sampai ke Puri Ubud ini. Berjalan kaki pun tidak masalah, karena ditengah perjalanan kamu akan melewati berbagai tempat seperti hiburan dan kuliner di Jl. Monkey Forest.

Tapi untuk kamu yang menginap selain di wilayah Ubud, Lienetic Holiday akan memberikan referensi jarak dan waktu tempuh untuk kamu yang akan mengunjungi Puri Ubud ini.

Lokasi Penginapan Jarak Tempuh Waktu Tempuh
Kecamatan Blahbatuh 16 – 19 Km 36 – 41 Menit
Kecamatan Gianyar 14 – 19 Km 38 – 44 Menit
Kecamatan Payangan 24 – 31 Km 47 Menit – 1 Jam 10 Menit
Kecamatan Sukawati 11 – 13 Km 26 – 31 Menit
Kecamatan Tampaksiring 16 – 18 Menit 37 – 47 Menit
Kecamatan Tegallalang 17 – 18 Km 38 – 42 Menit

Daya Tarik Wisata Puri Ubud

Setelah mengetahui lokasi dan sejarahnya, sekarang kita masuk kebagian daya tarik wisata di Puri Ubud atau Puri Saren Agung. Apa saja daya tariknya ?

Saat tiba di Puri Ubud, kita akan bertemu Gapura Paduraksa Puri Ubud yang memiliki dinding tembok setebal 1 meter dengan susunan dari batu bata merah, yang akan membuat pengunjung merasakan kemegahan dari arsitekturnya.

Tidak hanya itu, Sejumlah ukiran dan relief menghiasi setiap dinding puri lengkapi dengan kehadiran patung-patung yang berdiri diantara pintu masuk puri semakin menambah kesan kebudayaan yang kental. Pintu-pintu tradisional dengan ukiran tradisional menghiasi bagian dalam puri. Tersedia juga bale untuk pengunjung bersantai sambil menyaksikan keindahan Puri Saren Agung ini.

Kejutan untuk wisatawan yang mengunjungi Puri Ubud, karena setiap pukul 19.30 diadakan pergelaran seni tari. Seni tari yang dipentaskan memiliki penjadwalan berbeda sesuai harinya. Jadi jangan lupa dicatat ya jadwalnya. Berikut daftar jadwal seni tari puri ubud:

Jadwal Seni Tari Puri Ubud

Hari Nama Tarian
Senin Tarian Legong
Selasa Tarian Ramayana Ballet
Rabu Tarian Legong dan Barong
Kamis Tarian Legong
Jum’at Tarian Barong dan Keris
Sabtu Tarian Legong
Minggu Tarian Legong Mahabarata

Tempat Seru di Sekitar Puri Ubud

Setelah puas menjelajah isi dari Puri Ubud, jangan lewatkan juga tempat-tempat ini yang ada disekitar Puri Ubud.

Untuk informasi lengkapnya, langsung saja kita lihat di list dibawah ini :

Pusat Souvenir

Pusat souvenir khas ubud berada tepat didepan Puri Ubud. Untuk bisa mencapai pusat souvenir ini, wisatawan hanya perlu berjalan kaki.

Pasar Seni Ubud
Pasar Seni Ubud

Berikut list tempat yang menjual souvenir :

  • Ubud Traditional Market
    Jarak : 29 Meter
    Waktu Tempuh : 1 – 3 Menit dengan berjalan kaki
  • Pasar Seni Ubud
    Jarak : 83 Meter
    Waktu Tempuh : 1 – 3 Menit dengan berjalan kaki
  • Ubud Street Market
    Jarak : 150 Meter
    Waktu Tempuh : 1 – 3 Menit dengan berjalan kaki

Pusat Kuliner

Setelah berbelanja souvenir dan oleh-oleh, kita pasti perlu beristirahat untuk melepas penat setelah menjelajah Puri Ubud dan berbelanja di pusat souvenir.

Ada beberapa pilihan restoran yang terkenal seperti daftar dibawah ini :

  • Arang Sate Bar Ubud
    Jarak : 34 Meter
    Waktu Tempuh : 1 – 3 Menit dengan berjalan kaki
  • Bali Dolphin Restaurant
    Jarak : 50 Meter
    Waktu Tempuh : 1 – 3 Menit dengan berjalan kaki
  • Gelato Secrets
    Jarak : 93 Meter
    Waktu Tempuh : 1 – 3 Menit dengan berjalan kaki
  • Gedong Sisi Warung
    Jarak : 140 Meter
    Waktu Tempuh : 2 – 4 Menit dengan berjalan kaki

Review Pengunjung

Tempat yang paling dihormati oleh warga desa Ubud pada khususnya dan warga di kabupaten Gianyar pada umunya karena ditempat inilah keturunan dari Penguasa Ubud sekarang bertempat tinggal atau tempat para Raja atau istana dimasa yang lalu.
Keluarga puri, sebutan untuk tempat tinggal keluarga bangsawan, kasta Ksatria, tidak berkeberatan atas keinginan tahuan para tamu untuk memgunjungi dan mengizinkan kepada para tourists untuk meihat-lihat sebagian kecil dari bagian depan puri untuk dikunjungi atau untuk ber-swaphoto disana. Pada hari-hari tertentu juga ditempat ini diadakan pementasan tari-tarian tradisional untu para tamu untuk ditonton.

Hari

Pengunjung

Ber arsitektur bali.yg megah.sudah menjadi ikon desa ubud.dulu boleh masuk sampai ke dalam.tapi sekarang karena banyaknya tamu /turis yg kurang disiplin .sehingga tdk diperbolehkan lagi. Masuk sampai ke dalam.Ada pertunjukan tari setiap malam.

Bejo Wiyono

Local Guide

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *